Ilustrasi Berbuat Baik Untuk Cegah Corona

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya,”

Ayat dalam Surat Al Maidah tersebut ternyata amat relevan dalam isu coronavirus covid-19 yang sedang marak saat ini loh, Kak Say.

Loh kok bisa, min?

Iyah, Kak Say. Ternyata salah satu cara untuk mencegah penyebaran covid-19 menjadi lebih luas itu adalah: berbuat kebaikan, tidak egois dan bahagia.

Yok, mimin jelasin kenapa ya! Dan apa hubungannya dengan berbuat baik, tidak egois dan happy bisa membantu mencegah penyebaran coronavirus covid-19. 

Dokter Ai Fen Berusaha Cegah Virus Corona
Dokter Ai Fen Yang Awalnya Berusaha Cegah Penyebaran Virus Corona

Virus Corona Ini Awalnya Menyebar Karena Perbuatan Tidak Baik

Foto di atas itu adalah Dokter Ai Fen, seorang dokter di Wuhan, China, yang pertama kali menyadari bahayanya virus yang sekarang kita kenal dengan virus corona Covid-19.

Sebelum virus tersebut menyebar ke lebih dari 120 negara dan menewaskan lebih dari 80ribu orang seperti saat ini, dokter Ai Fen sudah mengingatkan akan bahayanya virus ini. 

Coronavirus jenis covid-19 yang kini merebak itu berawal di Provinsi Wuhan, China, dan diduga berawal dari penyebaran di salah satu pasar hewan basah di sana. Lalu pada akhir Desember 2020, mulai bermunculan pasien di rumah sakit di Wuhan yang mengeluhkan demam, flu dan sesak napas. Beberapa dokter, salah satunya dokter perempuan bernama Ai Fen, mulai melihat persamaan gejala yang dialami para pasien itu dengan penyakit SARS yang juga disebabkan oleh coronavirus dan ditularkan dari hewan.

Dokter Ai Fen pun kemudian mulai berkomunikasi dan bertukar informasi mengenai para pasien tersebut karena mereka yakin bahwa jenis penyakit yang disebabkan oleh virus baru ini akan menular dan berbahaya. Malangnya, dokter Ai Fen dan teman-temannya malah dituduh oleh pihak berwenang China “menyebarkan rumor”. Peringatan para dokter di Wuhan itu tidak digubris dan pemerintah China malah kemudian menghukum beberapa dokter tersebut.

Bahkan kabar terbaru menyebutkan bahwa dokter Ai Fen itu menghilang karena sering mengkritik pemerintah China. 

Meski beberapa hari kemudian terlihat pihak otoritas China mendatangi pasar hewan basah Wuhan dan mulai melakukan isolasi, pihak orotitas China dan kota Wuhan masih menutup mulut dan tidak melakukan aksi apa-apa. Selanjutnya, seperti yang kita semua tahu, memasuki bulan Januari 2020 korban coronavirus baru ini telah menyebar dan bahkan sudah ke beberapa negara lain. Hal ini disebabkan karena tidak adanya transparansi mengenai coronavirus tersebut dan memasuki pekan ketiga bulan Januari 2020, korban Coronavirus sudah mencapai angka ratusan dan menyebar semakin luas, bahkan sudah memakan korban jiwa.

 

Cegah Virus Corona dengan kebaikan
Dokter Wen Liang, Rekan Dokter Ai Fen, Yang Meninggal Karena Virus Corona

KISAH di atas menunjukkan bahwa niatan baik Dokter Ai Feng dan para rekan sejawatnya untuk memberikan informasi terhalang oleh tembok birokrasi. Meski pemerintah China akhirnya mengambil berbagai langkah strategis yang terbukti ampuh untuk meredam penyebaran coronavirus covid-19 di wilayah mereka, virus ini sudah terlanjur menyebar dan sekarang sudah ada lebih dari 140 negara yang melaporkan temuan kasus pasien coronavirus covid-19.

Bahkan rekan sejawat Dokter Ai Fen, seperti Dokter Wen Liang (foto di atas), meninggal karena virus corona. 

Dokter Bantu Pasien Virus Corona
Dokter Sedang membantu Pasien Virus Corona (image courtesy China Daily)

Andai Saja Pemerintah China Mendengarkan Peringatan Dokter Ai Fen

Kak say, dari cerita di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa tolong menolong dalam hal kebaikan, termasuk menyebarkan informasi yang benar dari sumber yang bisa dipercaya akan sangat membantu kita semua dalam mengurangi, atau bahkan, mengontrol coronavirus coovid-19 ini.

Kita bisa baca di berbagai berita bahwa merebaknya berita soal coronavirus covid-19 dan banyak berita simpang siur yang memang dipicu masih dipelajarinya virus ini oleh para ahli, membuat masyarakat panik.

Ada yang memborong masker dan hand sanitizer yang kemudian menimbulkan lonjakan permintaan, serta berakibat naiknya harga kedua barang itu secara gila-gilaan (harga masker yang biasanya satu box hanya IDR 30ribuan bisa melonjak jadi berates ribu). Lalu munculnya oknum jahat yang menimbun stok kedua barang itu untuk mengambil untung, semakin memperparah situasi.

Percayalah kak say. Tindakan baik, tidak egois dan mementingkan kebahagiaan sendiri—“yang penting saya happy”—malah akan membuat penyebaran coronavirus covid-19 ini akan semakin parah dan akan menimbulkan banyak korban jiwa.

Baiklah, jika kita mempunyai persediaan masker dan hand sanitizer banyak, lalu apakah kita pasti akan terhindar dari coronavirus covid-19? Bagaimana nanti jika stok kiita habis, barang tidak ada lagi dan virus itu sudah menulari orang-orang di sekeliling kita. Apakah kebahagiaan kita di awal itu akan sepadan dan bisa menyelamatkan kita? Nggak, kan?

Berbuat Kebaikan Saat Virus Corona
Ilustrasi Berbuat Kebaikan Untuk Cegah Virus Corona

Perbuatan Baik Apa Yang Bisa Bantu Cegah Virus Corona?

Ada 5 bentuk kebaikan yang bisa kita lakukan untuk cegah virus corona covid-19 ini yah kak. 

  1. Perbanyak informasi dari sumber yang terpercaya, lalu sebarkan ke orang lain.

Saat ini di media sosial banyak bertebaran informasi yang simpang-siur tentang coronavirus covid-19 ini. Sekarang saatnya kak say dan kita semua pintar memilah-milah informasi dari sumber yang terpercaya, seperti situ berita yang kredibel, dokter dan ahli medis berpengalaman atau sumber seperti dari Kementerian Kesehatan, WHO, UNICEF, Palang Merah Indonesia dan lain-lain. Bila kita bisa menyaring dan memilah berita yang kemudian kita sebarkan ke orang lain, hal ini akan membantu banyak pihak untuk bisa mengambil langkah yang tepat. Misalnya bagaimana cara kita mencuci tangan, makanan apa yang harus kita hindari, atau cara pemeriksaan coronavirus yang tepat. (untuk cara menghindari penularan coronavirus covid-19 bisa dibaca di sini)

Bantu Orang Tua Miscella-G
Ilustrasi Bantu Orang Tua & Yang Imun Tubuhnya Lemah

2. Bantu Orang Tua dan Yang Imun Tubuhnya Lemah

Kita dianjurkan untuk merawat orantua yang sudah membesarkan kita bukan, kak say? Kasus penyebaran coronavirus ini adalah saat yang tepat untuk mempraktikannya.

Menurut data (hyperlink ..) orang yang sudah berusia di atas 50 tahun memiliki resiko  2 (dua) kali lebih besar terkena coronavirus covid-19 dibandingkan dengan orang berusia lebih muda. Kenapa? Karena seiring bertambahnya usia, kemampuan metabolisme tubuh juga semakin menurun dan berakibat juga semakin menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga lebih rentan dimasuki bakteri dan virus.

Begitu juga dengan penderita diabetes di mana kandungan gula darah tinggi di tubuh mereka membuat imunitas tubuh mereka juga menjadi jauh lebih lemah dan amat rentan dengan coronavirus. Begitu pun dengan penderita asma, jantung dan paru-paru karena sistem pernapasan mereka terganggu, sementara coronavirus covid-19 ini pada akhirnya akan menyerang sistem pernapasan.

Bantu Orang Lain Cegah Virus Corona
Ilustrasi Menasihati Orang Untuk Cegah Virus Corona

3. Cerewet Menasihati Orang Lain

Cerewet dalam hal ini artinya dengan tidak sungkan menasihati orang lain demi kebaikan dan supaya lebih terhindar dari virus corona yah kak. 

Caranya bisa dengan seperti ini:

  • Rawat orangtua dan anggota keluarga kita atau teman-teman yang memiliki resiko tinggi itu
  • Anjurkan mereka untuk sebisa mungkin tidak keluar rumah, meskipun mereka dalam kondisi prima. Hal ini karena penyebaran coronavirus covid-19 yang begitu cepat. Meskipun kita tidak langsung bertatap muka dengan yang mengidap coronavirus, kemungkinan untuk tertular masih sangat besar. Kejadian pasien coronavirus pertama di Depok, Jawa Barat, itu karena mereka kebetulan berada di area yang sama dengan warga Jepang yang mengidap virus tersebut. Mereka tidak saling kenal, boro-boro ngobrol atau melakukan kontak fisik. Tapi mereka bisa tertular.
  • Utamakan hand sanitizer dan masker untuk orangtua dan penderita penyakit diabetes, kanker, jantung, asma dan paru-paru. Hal ini juga dikarenakan mudahnya mereka tertular.
  • Rawat mereka dengan memberikan makanan dan suplemen tambahan yang kaya akan vitamin, antioksidan dan nutrisi lengkap untuk menjaga kondisi tubuh mereka (seperti produk ini –link). Perbuatan baik meski lewat hal sekecil itu akan sangat membantu loh kak.
  • Di saat seperti ini, bersikap “cerewet” juga jadi salah satu tindakan baik yang amat sangat diperlukan loh kak say. Cerewet di sini dalam artian gak sungkan mengingatkan orang di dekat kita dan yang kita sayangi untuk selalu ingat dan rajin dalam melakukan 3 hal dasar seperti: rajin mencuci tangan dengan sabun menggunakan air mengalir selama, paling tidak, 20 detik; menutup hidung dan mulut jika bersin atau batuk; mengingatkan mereka untuk rutin minum obat; mengingatkan untuk tidak keluar rumah bila tidak ada hal yang penting-penting banget; dan cerewet dalam mengingatkan mereka untuk berobat jika mereka sakit. Jadi di sini, “cerewet” itu artinya sayang yah kak.
Berbuat Baik Cegah Corona
Foto Warga Italia Saling Berbagi Di Saat Virus Corona (courtesy Tempo)

4. Jangan Pelit! Terus Berbagi Dan Berbuat Baik

Jangan pelit yah, kak say! Hehehe.. Artinya dalam situasi seperti ini bila kita punya kelebihan makanan, masker, sabun cuci tangan atau hands sanitizer, gak ada salahnya berbagi. Pemerintah mulai memikirkan rencana untuk lockdown artinya mengisolasi orang-orang untuk tidak keluar rumah dan bepergian ke luar daerah dan bila hal ini diterapkan, artinya akan ada hukuman buat yang melanggar.

Juga sudah ada kampanye “social distancing” atau membatasi diri berhubungan langsung dengan orang dan memperbanyak berdiam diri di rumah. Beberapa perusahaan juga sudah mulai menerapkan kebijakan bagi karyawannya untuk bisa kerja dari rumah. Hal ini memang dilakukan untuk membantu mencegah penyebaran coronavirus covid-19 lebih luas, seperti yang telah sukses dilakukan di China, Korea Selatan dan Singapura.

Pemerintah Singapura memberikan contoh yang amat bagus soal penerapan tindakan baik bisa mengurangi penyebaran coronavirus covid-19. Mereka membagikan masker secara gratis, memberikan bantuan keuangan ke pemilik bisnis  atau pekerja lepas (freelance) yang pekerjaanya terganggu selama penyebaran virus ini. Hal ini bisa membantu secara moral para penduduk di sana.

Kebijakan “lockdown” dan “social distancing” jelas akan berpengaruh pada banyak hal. Toko-toko akan banyak yang tutup, akses transportasi publik akan dikurangi, sekolah-sekolah akan ditutup atau bakal ada larangan untuk kita keluar rumah dan kumpul-kumpul. Hal itu akan mempengaruhi ketersediaan barang. Jadi berbagi dalam situasi seperti ini akan sangat membantu orang lain, termasuk kita sendiri, dalam mencegah penyebaran coronavirus covid-19 semakin meluas.

Berbuat Baik Cegah Virus Corona
Bersikap Jujur Untuk Cegah Virus Corona (image courtesy Juice Media)

5. Tidak Egois Dan Jujur

Sekali lagi yah kak, mon map mengingatkan, dalam situasi seperti ini jangan egois, yah! Hehehe.

Selain membantu orang lain yang kekurangan stok barang-barang penting seperti di atas, jangan egois di sini juga artinya kita mulai sekarang harus memikirkan orang lain.

Caranya?:

  • Dengan mulai mengisolasi diri kita sendiri. Tidak keluar rumah bila gak penting-penting banget. Memakai masker bila kita sedang flu atau batuk atau rajin mencuci tangan.

Mengisolasi diri sendiri itu memang bukan hal mudah, apalagi bila kita punya bisnis, kerjaan atau punya anak di rumah. Apalagi ngurus anak itu susah banget kan, kak? Kita yang biasanya keluar, bersosialisasi, kumpul dan ngobrol sama tetangga, harus membiasakan diri untuk menjauhkan diri sementara, setidaknya dua minggu.

 Kenapa? Karena rentang waktu dua minggu disesuaikan dengan perkiraan masa inkubasi coronavirus covid-19. Orang tua dan yang menderita sakit seperti diabetes, jantung, asma dan paru-paru bila terkena coronavirus covid-19 akan berakibat fatal terhitung dari 20 hari sejak terkena.

 Dan ini bisa menyebabkan kematian loh, kak say. Jadi keputusan mengisolasi diri adalah hal yang tepat supaya tidak merugikan diri sendiri dan orang lain  kak.

 Bila orang berbuat jujur dengan mengakui bahwa dia postif virus corona jangan dikucilkan, apalagi dimusuhi, yah kak. Karena dia justru berani terbuka dan jujur agar kita untuk sementara bisa menghindari kontak langsung dengan dia, sehingga kita tidak ikut tertular.

Cuma masalahnya adalah bagaimana cara kita supaya tidak stress selama masa itu. Bisa baca tipsnya di sini yah kak (linknya …)