CARA CEGAH COVID-19 dengan Berbuat Kebaikan & Bahagia

Ayat berbuat kebaikan:

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya,”

Ayat dalam Surat Al Maidah tersebut ternyata amat relevan dalam isu coronavirus covid-19 yang sedang marak saat ini loh, Kak Say.

Loh kok bisa, min?

Iyah, Kak Say. Ternyata salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid-19 menjadi lebih luas itu adalah: berbuat kebaikan, tidak egois dan bahagia.

Yok, mimin jelasin kenapa ya! Dan apa hubungannya dengan berbuat baik, tidak egois dan happy bisa membantu mencegah penyebaran coronavirus covid-19

PERTAMA kita perlu tahu asal mula penyebaran coronavirus covid-19 yang sekarang telah menyebar di 154 negara, menjangkiti 157.372 orang di mana 75.941 di antaranya berhasil sembuh dan menewaskan 5.844 orang ini.  Indonesia sendiri dilaporkan terdapat 117 orang yang terinfeksi dan 5 di antaranya meninggal dunia (berdasarkan data terbaru saat tulisan ini dibuat- akan diupdate terus).

Coronavirus jenis covid-19 yang kini merebak itu berawal di Provinsi Wuhan, China, dan diduga berawal dari penyebaran di salah satu pasar hewan basah di sana. Lalu pada akhir Desember 2020, mulai bermunculan pasien di rumah sakit di Wuhan yang mengeluhkan demam, flu dan sesak napas. Beberapa dokter, satunya dokter perempuan bernama Ai Fen, mulai melihat persamaan gejala yang dialami para pasien itu dengan penyakit SARS yang juga disebabkan oleh coronavirus dan ditularkan dari hewan.

Dokter Ai Fen pun kemudian mulai berkomunikasi dan bertukar informasi mengenai para pasien tersebut karena mereka yakin bahwa jenis penyakit yang disebabkan oleh virus baru ini akan menular dan berbahaya. Malangnya, dokter Ai Fen dan teman-temannya malah dituduh oleh pihak berwenang China “menyebarkan rumor”. Peringatan para dokter di Wuhan itu tidak digubris dan pemerintah China malah kemudian menghukum beberapa dokter tersebut.

Meski beberapa hari kemudian terlihat pihak otoritas China mendatangi pasar hewan basah Wuhan dan mulai melakukan isolasi, pihak orotitas China dan kota Wuhan masih menutup mulut dan tidak melakukan aksi apa-apa. Selanjutnya, seperti yang kita semua tahu, memasuki bulan Januari 2020 korban coronavirus baru ini telah menyebar dan bahkan sudah ke beberapa negara lain. Hal ini disebabkan karena tidak adanya transparansi mengenai coronavirus tersebut dan memasuki pekan ketiga bulan Januari 2020, korban Coronavirus sudah mencapai angka ratusan dan menyebar semakin luas, bahkan sudah memakan korban jiwa.

KISAH di atas menunjukkan bahwa niatan baik Dokter Ai Feng dan para rekan sejawatnya untuk memberikan informasi terhalang oleh tembok birokrasi. Meski pemerintah China akhirnya mengambil berbagai langkah strategis yang terbukti ampuh untuk meredam penyebaran coronavirus covid-19 di wilayah mereka, virus ini sudah terlanjur menyebar dan sekarang sudah ada lebih dari 140 negara yang melaporkan temuan kasus pasien coronavirus covid-19.

 

ANDAI SAJA NIATAN BAIK DOKTER AI FEN DAN REKAN-REKANNYA DIDENGARKAN DARI AWAL YAH KAK?

Kak say, dari cerita di atas kita bisa mengambil pelajaran bahwa tolong menolong dalam hal kebaikan, termasuk menyebarkan informasi yang benar dari sumber yang bisa dipercaya akan sangat membantu kita semua dalam mengurangi, atau bahkan, mengontrol coronavirus ini.

Kita bisa baca di berbagai berita bahwa merebaknya berita soal coronavirus covid-19 dan banyak berita simpang-siur yang memang dipicu masih dipelajarinya virus ini oleh para ahli, membuat masyarakat panik.

Ada yang memborong masker dan hand sanitizer yang kemudian menimbulkan lonjakan permintaan, serta berakibat naiknya harga kedua barang itu secara gila-gilaan (harga masker yang biasanya satu box hanya IDR 30ribuan bisa melonjak jadi beratus ribu). Lalu munculnya oknum jahat yang menimbun stok kedua barang itu untuk mengambil untung, semakin memperparah situasi.

Percayalah kak say. Tindakan baik, tidak egois dan mementingkan kebahagiaan sendiri—“yang penting saya happy”—malah akan membuat penyebaran coronavirus covid-19 ini, akan semakin parah dan akan menimbulkan banyak korban jiwa.

Baiklah, jika kita mempunyai persediaan masker dan hand sanitizer banyak, lalu apakah kita pasti akan terhindar dari coronavirus covid-19? Bagaimana nanti jika stok kita habis, barang tidak ada lagi dan virus itu sudah menulari orang-orang di sekeliling kita. Apakah kebahagiaan kita di awal itu akan sepadan dan bisa menyelamatkan kita? Nggak kan!?

Yuk! peduli sesama.. .

Artikel Terkait

5 Cara Cegah Virus Corona Dengan Kebaikan

Bagaimana berbuat baik bisa bantu cegah virus corona?

Cara Bahagia di tengah wabah virus corona

8 Cara Bisa Bahagia Di Tengah Wabah Virus Corona

Bahagia Terbukti Bisa Tingkatkan Imun Tubuh

9_cara_Miscella-G_tingkatkan_imunitas_tubuh

9 Cara Maksimalkan Imun Tubuh Bersama Miscella-G

Bagaimana MISCELLA-G bisa bantu tingkatkan imun tubuh

3_sebab_kenapa_bahagia_bisa_Tingkatkan_imun_tubuh_miscella_g

3 Sebab Kenapa Bahagia Tingkatkan Imun Tubuh

Bahagia Tingkatkan Imunitas dan Imunitas Penting Untuk Cegah Corona