Konsumsi GULA berlebih pengaruhi Indeks Glikemik Tubuh

 

INDEKS GLIKEMIK

Pernah dengar diet karbo? Atau Diet Keto?
Jenis diet yang sehat itu bukan berarti sama sekali tidak mengonsumsi makanan berkarbohidrat atau sama sekali berpantang gula. Jenis diet yang sehat (tentunya harus dibawah pengawasan ahli gizi) tetap saja mengonsumsi sumber karbohidrat dan sumber gula, karena keduanya amat sangat penting untuk kebutuhan energi kita. Kalo sama sekali berpantang itu tentu malah gak sehat buat kita kak say.

Diet yang sehat itu akan dengan tepat memilih berbagai makanan dengan indeks glikemik yang sesuai dengan kebutuhan kita sehari-hari. Jadi tidak berlebih dan tidak kurang.

 

Eh, apa sih indeks glikemik itu?

Indeks Glikemik itu adalah satuan atau takaran kecepatan proses bahan makanan diubah menjadi gula darah. Karena memang kak say, setiap makanan yang kita kunyah dan masuk ke tubuh kita akan diubah menjadi gula darah dan menjadi energi.

Indeks Glikemik ini terdiri dari skala mulai dari 0 sampai dengan 100. Jadi semakin tinggi indeks glikemik sebuah bahan makanan, maka akan semakin cepat pula diubah menjadi gula darah.
Indeks Glikemik dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu:

  •  < 55 (di bawah 55 dikategorikan sebagai makanan berindeks glikemik rendah)
  • 56-69 (sedang)
  • > 70 (di atas 70 dikategorikan sebagai makanan berindeks glikemik tinggi)
 

Berikut contoh beberapa makanan dengan kadar indeks glikemik:

  • Roti tawar: tiap 30 gram nilai indeks glikemiknya sebesar 71 (tinggi)
  • Pisang: tiap 120 gram nilai indeks glikemiknya sebesar 60 (sedang)
  • Madu: tiap 25 gram nilai indeks glikemiknya sebesar 61 (sedang)
  • Jus tomat: tiap 250 ml nilai indeks glikemiknya sebesar 38 (rendah)
  • Oatmeal/ Gandum: tiap 250 gram nilai indeks glikemiknya sebesar 55 (rendah)
  • Apel: tiap 120 gram nilai indeks glikemiknya sebesar 39 (rendah)
  • Kacang kedelai: tiap 150 gram nilai indeks glikemiknya sebesar 15 (rendah)
  • Wortel: tiap 80 gram nilai indeks glikemiknya sebesar 35 (rendah) 

Jadi, penting banget kak say untuk mengetahui berapa indeks glikemik makanan yang kita konsumsi. 

Karena kita harus menjaga keseimbangan antara memenuhi kebutuhan gula, karbohidrat dan energi, tetapi tidak lantas menimbulkan masalah di penampilan dan kesehatan kita kak.